Kumpulan Puisi Chairil Anwar Terbaik

Posted on

Kumpulan Puisi Chairil Anwar terbaik

Kumpulan Puisi Chairil Anwar Terbaik – Dunia memang indah bila dilihat dengan seni, dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang. Seperti Chairil Anwar. Banyak puisi karya Chairil anwar yang bagus dan indah. Selain bahasa yang bagus dan indah juga pemilihan tema yang beragam, sesuai dengan zamannya dan masih relefan hingga sekarang

kumpulan puisi chairil anwar, puisi chairil anwar , kumpulan puisi chairil anwar terbaik, puisi chairil anwar ibu, puisi chairil anwar ayah, puisi chairil anwar aku, puisi chairil anwar doa,
gambar dari wikipedia

Yups, kali ini blog ini akan menyajikan puisi karya chairil anwar terbaik, setelah sebelumnya menyajikan kumpulan Puisi Kahlil Gibran. Sedikit mengenai Chairil Anwar, Chairil Anwar adalah seorang penyair yang lahir pada tanggal 26 Juli 1922 di Medan. Chairil anwar adalah merupakan Pelopor Puisi angkatan 45, atau Puisi Moderen Indonesia. Chairil Anwar dijuluki “Si Binatang Jalang” karena poisi yang ditulisnya dalam judul “AKU”. Chairil Anwar banyak menulis karya dengan berbagai tema di antaranya tema, kematian, pemberontakan , eksistensialisme, individualisme, dan, hingga tak jarang multi-interpretasi.

Itu tadi sekelumit singkat mengenai Chairil Anwar sebagai pengantar sebelum ane dari admin teraspuisi.com menyajikan karya beliau. Tentu selain puisi karya Chairil Anwar kami juga menyajikan puisi-puisi lain diantaranya puuisi tentang cinta, persahabatan, ibu, puisi tentang alam, guru dan puisi-puisi lain yang tidak kalah bagusnya.

Langsung dibawah ini kami sajikan Karya Chairil Anwar Terbaik. selamat menikmati untuk para pembaca setia teraspuisi.com

 

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar Aku

 

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

 

 

Kumpulan Puisi Chairil Anwar DO’A

 

Kepada Pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh

mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci

tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk

remuk

 

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

di pintuMu aku mengetuk

aku tak bisa berpaling

 

 

Puisi Karya Chairil Anwar – Ibu

 

Pernah aku ditegur

Katanya untuk kebaikan

Pernah aku dimarah

Katanya membaiki kelemahan

Pernah aku diminta membantu

Katanya supaya aku pandai

 

Ibu…..

 

Pernah aku merajuk

Katanya aku manja

Pernah aku melawan

Katanya aku degil

Pernah aku menangis

Katanya aku lemah

 

Ibu…..

 

Setiap kali aku tersilap

Dia hukum aku dengan nasihat

Setiap kali aku kecewa

Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan

Dia ubati dengan penawar dan semangat

Dan Bila aku mencapai kejayaan

Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

 

 

Namun…..

Tidak pernah aku lihat air mata dukamu

Mengalir di pipimu

Begitu kuatnya dirimu….

 

Ibu….

 

Aku sayang padamu…..

Tuhanku….

Aku bermohon padaMu

Sejahterakanlah dia

Selamanya…..

 

 

Puisi Chairil Anwar Karawang Bekasi

 

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi

Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami

Terbayang kami maju dan berdegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa

Kami sudah beri kami punya jiwa

Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan

Atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang-kenanglah kami

Menjaga Bung Karno

Menjaga Bung Hatta

Menjaga Bung Syahrir

Kami sekarang mayat

Berilah kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang-kenanglah kami

Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

 

 

Puisi Cinta Chairil Anwar Senja Di Pelabuhan Kecil

 

Buat Sri Ajati

 

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

 

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang

Menyinggung muram, desir hari lari berenang

Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak

Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

 

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan

Menyisir semenanjung, masih pengap harap

Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan

Dari pantai ke empat, sedu penghabisan bisa terdekap.

 

1946

 

 

Puisi Chairil Anwar Derai Derai Cemara

 

Cemara menderai sampai jauh

terasa hari akan jadi malam

ada beberapa dahan di tingkap merapuh

dipukul angin yang terpendam

 

Aku sekarang orangnya bisa tahan

sudah berapa waktu bukan kanak lagi

tapi dulu memang ada suatu bahan

yang bukan dasar perhitungan kini

 

Hidup hanya menunda kekalahan

tambah terasing dari cinta sekolah rendah

dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan

sebelum pada akhirnya kita menyerah

 

Demikian sedikit Kumpulan Puisi Chairil Anwar terbaik, tentu masih banyak lagi puuisi yang belum di publikasikan, karena Chairil Anwar membuat Karya Puizi sekitar 70. banyak bukan. Kalau belum puas anda bisa mencari buku beliau, meski sulit sih.

Di blog ini masih banyak puisi lain yang tak kalah indahnya. Di antaranya poisi tentang cinta, tentang persahabatan, puisi guru, puisii alam, dan puisii-puuisi lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *