Kumpulan Puisi Kahlil Gibran

Posted on

Kumpulan Puisi kahlil Gibran

Kumpulan Puisi kahlil Gibran – Selamat bahagia. Sudahkan anda sarapan hari ini? Bertemu di blog yang sederhana ini, kali ini akan memberikan judul Puisi Karya Kahlil Gibran ada juga yang menyebutnya Khalil Gibran, setelah sebelumnya menyajikan tulisan yang tak kalah indahnya yang berjudul Puisi tentang lingkungan sekolah

kumpulan puisi kahlil gibran, puisi karya kahlil gibran, puisi kahlil gibran,
gambar dari wikipedia

Sesuai judulnya, maka untuk postingan kali ini hanya akan menampilkan puisi karya kahlil Gibran, baik puisi cinta karya kahlil Gibran atau puiisi ldengan tema ainya. Dan tidak akan saya nilai per puisi nya, dan paling puiisi secara keseluruhan.

Sebelum menyajikan puisi karya kahril Gibran saya perkenalkan secara singkat, siapa itu Kahril Gibran yang aku ambil dari wikipedia. Kahlil Gibran adalah seorang seniman yang lahir di libanon, 6 Januari 1883. dan meninggal di New York. Kahlil Gibran dibaca Khalil Gibran ya, jangan salah sebut. Kebanyakan karya karya nya dibuat di new york. Itu saja, untuk lebih jelasnya bisa dilihat di google.

 

 

Kumpulan Puisi Kahlil Gibran yang pertama

CINTA YANG AGUNG

Adalah ketika kamu menitikkan air mata

dan masih peduli terhadapnya..

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih

menunggunya dengan setia..

 

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain

dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku

turut berbahagia untukmu’

 

Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

dan terbang ke alam bebas lagi ..

Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan

kehilangannya..

tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati

bersamanya…

 

Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..

melainkan mereka yang tetap tegar ketika

mereka jatuh

 

Puisi Kahlil Gibran Tentang cinta

 

CINTA

Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan hering

Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama

Dan berdamai – di antara satu sama lain,

Dalam kehadiran bangkai – bangkai mati itu

Oh Cinta, yang tangan lembutnya mengekang keinginanku

Meluapkan rasa lapar dan dahaga akan maruah dan kebanggaan,

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur

Menggoda diriku yang lemah ini Biarkan rasa lapar menggigitku,

Biarkan rasa haus membakarku, Biarkan aku mati dan binasa,

Sebelum kuangkat tanganku Untuk cangkir yang tidak kau isi,

Dan mangkuk yang tidak kau berkati

 

Puisi Kahlil Gibran yang ketiga

Cinta

Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Di mana singa melepas dahaga

 

 

Mereka berkata tentang helang dan? hering

Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama

Dan berdamai � di antara satu sama lain,

Dalam kehadiran bangkai � bangkai mati itu

 

Oh Cinta, yang tangan lembutnya

mengekang keinginanku

Meluapkan rasa lapar dan dahaga

akan maruah dan kebanggaan,

 

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur

Menggoda diriku yang lemah ini

Biarkan rasa lapar menggigitku,

Biarkan rasa haus membakarku,

Biarkan aku mati dan binasa,

Sebelum kuangkat tanganku

Untuk cangkir yang tidak kau isi,

Dan mangkuk yang tidak kau berkati

 

Puisi Kahlil Gibran yang ke empat

Cinta Pada PANDANGAN PERTAMA

Itulah saat yang memisahkan aroma kehidupan dari kesadarannya.

Itulah percikan api pertama yang menyalakan wilayah-wilayah jiwa.

Itulah nada magis pertama yang dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.

Itulah saat sekilas yang menyampaikan pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari

yang telah berlalu dan mengungkapkan karya kesadaran yang dilakukan

malam, menjadikan mata jernih melihat kenikmatan di dunia dan menjadikan

misteri-misteri keabadian di dunia ini hadir.

 

Itulah benih yang ditaburan oleh Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.

Mata mereka menaburkan benih di dalam ladang hati, perasaan

memeliharanya, dan jiwa membawanya kepada buah-buahan.

 

Pandangan pertama kekasih adalah seperti roh yang bergerak di permukaan

air mengalir menuju syurga dan bumi.

Pandangan pertama dari sahabat

kehidupan menggemakan kata-kata Tuhan, “Jadilah, maka terjadilah ia”

 

Puisi Kahlil Gibran yang ke lima

Kisahku

 

Dengarkan kisahku… .

Dengarkan,

tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku:

kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..

Jika kita mencintai,

cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.

Jika kita bergembira,

kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.

Jika kita menderita,

kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.

Jangan kau anggap bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.

Cinta adalah tunas pesona jiwa,

dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,

ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.

Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran,

yang terbuka namun rahsia;

ia hanya dapat difahami melalui cinta,

hanya dapat disentuh dengan kebaikan;

dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal uap

 

itulah sebagian kecil dari kumpulan puisi kahlil gibran, ada yang romantis, ada juga puisi kahlil gibran tentang cinta. Sebenarnya masih banyak karya karya lain dari kahlil Gibran (Khalil Gibran). Tapi untuk kali ini mungkin cukup ini saja.

Di blog ini juga masih banyak puisi lain yang tidak kalah indahnya, semisal puizi ibu, puisi sahabat, puuisi cinta, puisi alam, poisi guru dan yang lainnya. Silahkan cari di blog ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *