Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono

Posted on

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono – Selamat hari ini pembaca yang budiman. Setelah kemarin blog ini menyajikan puisi bahasa sunda lucu. Maka pada postingan kali ini akan menyajikan postingan dari tokoh yang cukup terkenal. Tidak lain dan tidak bukan adalah Sapardi Djoko Damono, banyak puiisi-puisinya yang cukup terkenal di anatara anak muda, bahkan puisinya sering digunanakan untuk status facebook. Kumpulan Puisi Karya Sapardi Doko Damono memang cukup dikenal, mungkin sebanding dengan Puisi ChairilAnwar atau Puisi Kahlil gibran, terutama dalam lingkup nasional khususnya Indonesia

kumpulan puisi sapardi djoko damono, Puisi karya sapardi Djoko damono, puisi sapardi djoko damono, puisi sapardi djoko damono aku ingin, puisi sapardi djoko damono perahu kertas, puisi sapardi djoko damono dalam do'aku

Secara singkat Sapardi Doko Damono adalah sastrawan yang tidak hanya banyak menelurkan banyak album, tapi juga prosa. Lahir di Surakarta 20 Maret 1940. Dalam membuat sajak Sapardi Doko Damono terkenal dengan puisinya yang menggunakan bahasa yang sederhana tapi sarat makna, sehingga beliau terkenal baik sesame Sastrawan maupun dikalangan awam.
Itu sekelumit mengenai Sapardi Djoko damono, untuk para pembaca yang budiman yang sudah tidak sabar lagi. Langsung saja aku sajikan kumpulan puisi karya Sapardji Djoko damono

Puisi Sapardi Djoko damono Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

 

Puisi Saparji Djoko damono Dalam Do’a ku

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

 

Puisi Sapardi Djoko Damono Pada Suatu Hari Nanti

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari

 

Puisi Sapardi Djoko damono”Aku ingin mencintamu dengan sederhana”

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

Puisi Sapardi Djoko damono “Yang fana adalah waktu”

Yang fana adalah waktu
Kita abadi
Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
Sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.
Kita abadi.

 

Puisi karya Sapardi Djoko damono Sajak kecil tentang cinta

mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu(mu) harus menjadi aku

itu tadi beberapa puisi Puisi karya Sapardi Djoko damono terbaik menurut saya. Masih banyak lagi sajak atau karya sastra beliau, anda bisa membeli bukunya langsung. Semoga dengan sajak tersebut diatas dapat menghibur pembaca yang budiman.
Atau bila dirasa masih kurang bisa mencari puiisi lagi di blog kesayangan pembaca ini. Karena di blog ini banyak puisi puisi yang keren. Dari puisi cinta sampai persahabatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *