Kumpulan Puisi Tentang Pahlawan Terupdate

Posted on

Kumpulan Puisi tentang Pahlawan – Selamat anu pembaca yang budiman. Sering kali dalam postingan blog teraspuisi.com menyajikan puisi cinta, puisi ibu singkat, puisi persahabatan, puisi guru bahkan puisi alam. Bahkan dalam postingan sebelumnya menyajikan kumpulan puisi anak tentang alam. Tapi kali ini ane bermaksud menyajikan puisi kemerdekaan. Puisi kemerdekaan ini kami dedikasikan untuk para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Dan juga kepada para pahlawan yang tidak jelas nasibnya kini.

puisi pahlawan, kumpulan puisi pahlawan, kumpulan puisi tentang pahlawan, puisi pahlawan tanpa tanda jasa
gambar dari google

Seperti biasa puisi ini kami hunting dari beberapa blog, jadi bukan karya kami. Tapi kami juga sesekali membuat puisi untuk ditampilkan di blog sederhana ini. Bila pembaca budiman ingin mengirimkan puisi bisa menuliskanya di bagian komentar. Nanti kami cek kelayakan untuk bisa ditampilkan di blog ini

Langsung saja kami sajikan kumpulan puisi tentang pahlawan. Silahkan menikmati dan semoga menginspirasi pembaca sekalian.

Puisi Pahlawan 1

Judul : Krawang Bekasi

Karya : Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi

tidak bisa teriak..Merdeka..!!! dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan mendegap hati ?

 

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.

Kenang, kenanglah kami.

 

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

 

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

 

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

 

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

 

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno

menjaga Bung Hatta

menjaga Bung Sjahrir

 

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

 

Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi….  

Puisi Pahlawan yang ke dua

Judul : Jiwa Jiwa Yang Gugur

Pengarang : Tidak diketahui

Jiwa jiwa yang gugur

Jasad jasad berserakan di bumi indonesia

Darah menjadi biru hitam jeritan

Rasa takut menyatu dengan hati.

 

Jiwa jiwa yang gugur

Kini mereka suci di janah

Menjadi tamu allah

Mereka tersenyum di sana

Tersenyum untuk indonesia yang semakin dan menderita.

 

Jiwa jiwa yang gugur

Tidak tahukah kau jumlah roh yang terpisah dengan jasad?

Beratus bahkan beribu jiwa menjadi almarhum.

 

Jiwa jiwa yang gugur

Mereka gugur untuk satu nama

Mereka berkorban untuk satu nama

Mereka menangis untuk satu nama

Indonesia….indonesia!

Puisi Pahlawan yang ke tiga

Judul : Terima kasih pahlawan

Karya: Rayhandi

Kuucapkan terima kasih untuk kalian yang disana

Yang mati karena berani

Yang mati karena yakin

Yang mati karena benar.

 

 

Kuucapkan terima kasih

Untuk jasad yang sekarang menjadi abu

Karena kalian kami merdeka

Karena kalian merah putih tegak di pucuk langit garuda

Menjulang menjadi bukti darah dan nyawa telah tertaruh.

 

Kuucapkan terima kasih

Untuk keberanian kalian

Keberanian yang tumbuh di dasar hati

Menjalar merenggut darah

Tiada takut kalian berperang

Bahkan matipun mau dikau.

 

Kuucapkan terima kasih

Untuk setiap doa

Doa yang setiap hitam terbang ke langit

Doa yang tiada henti hentinya kalian tasbih

Untuk kami, indonesia mendatang.

 

Kuucapkan terima kasih

Tanah yang kami injak

Air yang kami minum

Adalah darah dan nyawa

Yang dulu melayang.

 

Kuucapkan terima kasih

Sekali lagi, kuucapkan terima kasih

Untuk kalian yang sekarang sudah di surga

Tersenyum melihat garuda terbang tinggi.

Puisi pahlawan ke empat

Judul : Pahlawan Tak Dikenal

Karya : Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang.

 

Dia tidak ingat bilamana dia datang

Kedua lengannya memeluk senapan

Dia tidak tahu untuk siapa dia datang

Kemudian dia terbaring, tapi bukan untuk tidur sayang.

 

Wajah sunyi setengah tergundah

Menangkap sepi pedang senja

Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu

Dia masih sangat muda

 

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun

Orang-orang ingin kembali memandangnya

Sambil merangkai karangan bunga

Tapi yang nampak, wajah-wajah sendiri yang tak dikenalnya

 

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata: “aku sangat muda”

 

1955

Kumpulan Puisi tentang Pahlawan ke lima

Judul : Sebuah Jaket Berlumur Darah

Karya : Taufik Ismail

Sebuah jaket berlumur darah

Kami semua telah menatapmu

Telah pergi duka yang agung

Dalam kepedihan bertahun-tahun.

 

Sebuah sungai membatasi kita

Di bawah terik matahari Jakarta

Antara kebebasan dan penindasan

Berlapis senjata dan sangkur baja

Akan mundurkah kita sekarang

Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’

Berikara setia kepada tirani

Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

 

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu

Kami semua telah menatapmu

Dan di atas bangunan-bangunan

Menunduk bendera setengah tiang.

 

Pesan itu telah sampai kemana-mana

Melalui kendaraan yang melintas

Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan

Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa

Prosesi jenazah ke pemakaman

Mereka berkata

Semuanya berkata

Lanjutkan Perjuangan.

Biasanya ane menilai setiap judul puisi. Tapi untuk kali ini saya tidak menilainya. Alasanya adalah karena yaitu kebanyakan karya diatas adalah karya para maestro puisi yang telah meninggal dunia. Jadi saya merasa tidak etis untuk menilainya, meskipun bisa juga saya menilainya. Hehehe.

Demikian kumpulan puisi tentang pahlawan. Buat para pembaca budiman yang menginginkan puisi lain, semisal puisicinta, puisi persahabatan, puisi guru, puisi alam, pembaca bisa mencarinya di blog ini. Puisinya keren keren dan top banget.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *