Puisi Cinta Pendek Menyentuh Hati

Posted on

Puisi Cinta Pendek Menyentuh Hati

Puisi cinta Pendek Menyentuh hati – Dihari ini, hari ke dua belas bulan ke 6 di langit bertaburan beribu bintang, bahkan berjuta bintang. Berkelap kelip tanpak sama meski hakikat berbeda. Seperti satu bintang diantara jutaan bintang  yang tak dianggap ia tak dianggap ada. Selalu kalah dengan sang bulan meski ia hanya separo dalam memberikan cahaya.

puisi cinta pendek menyentuh hati, puisi cinta pendek, puisi cinta,, puisi sedih, puisi cinta sedih, puisi sahabat, puisi cinta dihianati, puisi sedih 2018

 

Setelah memposting puisi ibu, sekarang kita ingin memposting puisi cinta sedih. Saat sedih  memang waktu yang pas untuk membuat puisi. Dari pada melampiaskannya ke sisi negative seperti minuman keras lebih baik mengekspresikan ke sisi positif, seperti membuat puisi, membuat lagu, bermain gitar atau yang lain. Karena sesungguhnya minuman keras itu dilarang oleh Bang Haji Roma Irama dalam lagunya mirasantika.

Saya harap dengan puisi cinta pendek menyentuh hati ini, paling tidak pembaca yang sedang murung durjana dengan membaca puisi disini bisa menjadi tempat berbagai sedih, sehingga kesedihan dengan sendirinya akan berkurang. Atau pembaca juga bisa ikut berpartisipasi untuk membuat puisi disini lewat kolom komentar.

Para pembaca yang budiman, sesungguhnya hati yang sedih tidak akan hilang dengan membaca puisi. Saya akui itu, jika pembaca memang benar benar sedang sedih pembaca bisa melupakan sejenak kesedihan pembaca dengan piknik, ngetrip, bermain, dan yang lain. Tapi cara yang paling ampuh adalah dengan menghadapinya dan memasrahkan semua kepada Tuhan YME. (ini serius ini)

 

Puisi Cinta Pendek Menyentuh hati ke satu

KESETIAAN

Oleh Taufik

 

Lenyap tampa ku sadari,

hancur dimakan sepi,

sunyi selalu menghampiri,

kenangan yang menusuk hati….

 

Indah cinta mu cepat berlalu,

kesepian terendam dalam diri ku,

hanyut sudah mengharu biru di kalbu,

cinta ini terus menyiksa ku….

 

Setiaan mu bagai angin,

mudah pergi kearah yang laen,

cinta mu hanya di bibir saja,

dihati kenyataan nya laen pula…

Puisi sedih diatas bercerita tentang kesetiaan yang memudar terterpa angin, yang tadinya berkata bakal setia ternyata hanya manis dibibir. Kalo boleh berkomentar, kalo dirasa rasa memang sedih, tapi dari segi bahasa dan pengungkapan kurang full. Kurang menggigit. Tapi tetep aku doakan semoga mas Taufik mendapat cewe yang setia dunia akhirat,

 

Puisi Cinta Pendek Menyentuh hati yang kedua

Puisi Cinta Tentang Pengorbanan

Oleh : Anjariyani

 

Dari tetes air mata

Yang mengusap pipi

Bersama luka yang mengalir

Meracuni hati dengan sejuta derita

 

Hari dimana kau mendapat kebahagiaanmu

Adalah hari saat kau meninggalkanmu

Saat kau memilihnya

Untuk meninggalkanku selamanya

 

Baru kemarin kita bersama

Bercanda berdua dalam relung tawa

Hari ini, kau membuangku seperti sampah tiada guna

Melemparku dalam lumbung duka

 

Ingin ingin sekali ku buka segala rahasia

Tapi batinku melarang demi bahagiamu

Kini, aku yang lebih dahulu mencintaimu

Lebih dahulu hadir di kehidupanmu

Dan lebih dahulu menjadi cintamu

Tapi kemudian

Aku lah yang kedua

Menjadi selingkuhan dari selingkuhanmu

 

Tuhan tak pernah buta

Pengorbanan ini menjadi saksi

Dalam diam aku menerima

Semoga tiada karma yang menimpa

 

 

Untuk kali ini saya tidak akan menilai puisi di atas, karena konon katanya puisi sedih diatas adalah puisi sedih dari kehidupan nyata yang ditulis oleh saudara Anjariyani. Tentunya sangat sedih menjadi selingkuhan yang pada awalnya adalah cinta pertamanya. Kita doakan saja semoga saudari Anjariyani kuat dan mendapat ganti yang lebih baik. Amin.

Baca Juga
Puisi cinta romantis

Puisi cinta romantis pendek untuk pacar

Kumpulan puisi cinta terbaik

Puisi sedih yang ke tiga

Kerang Berlumut

Oleh : Hadisenja

Dirimu bagaikan mentari

yang bersinar penuh kehangatan

Namun terlalu tingggi untuk kuraih…

 

Seribu sayap Takkan cukup tuk meraihmu

Dan mungkin kan luruh dalam sentuhan…

 

Sedang diriku,

Hanyalah kerang berlumut didasar lautan

Yang selalu merindukan kehangatan

Namun terbenam dalam lumpur dingin dan membeku…

 

Hampir tiada kudapat memimpikan

Mutiara dalam pelukanku

Apalagi sinarmu…

 

Bagaimana kubisa meraihmu

Dan bersinar bersamammu

Sedangkan untuk menepi kepantai pun

Sulit bagiku…,

 

Karena aku hanyalah kerang,

Kerang berlumut….

 

Puisi diatas menggunakan bahasa yang cukup bagus, menggunakan personifikasi indah namun mudah dipahami. Kalau tidak salah bercerita tentang cinta yang tak terungkap. Sebenarnya tema yang biasa, tapi sekali lagi karena menggunakan bahasa yang bagus jadinya bagus, dan perasaan si penulis berhasil tertangkap pembaca dengan baik. Bagus bagus.

 

Demikian ketiga puisi sedih diatas, menurut pembaca budiman, mana yang paling sedih?. Yang pertama, yang kedua, atau yang terahir. Beri komentarnya ya. Dan jangan keburu pergi dari blog ini. Karena masih banyak puisi bagus di blog ini. Ada puisi tentang cinta, puisi tentang ibu, puisi tentang sahabat, ada puisi pendek. Pokoknya bagus bagus. Semoga menghibur dan selamat menikmati. (kayak makanan aja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *