Puisi Ibu dan Ayah Yang Menyentuh Hati (asli)

Posted on

Puisi Ibu dan ayah – Pembaca yang cakep lagi budiman lagi tidak sombong. Bertemu lagi dalam postingan blog puisi yang luar biasa ini ( biar kaya orang sombong), dalam keadaan yang luar biasa lagi bahagia. Setelah di postingan yang lalu telah kita sajikan puisi tentang kerusakan alam.  Sekarang saatnya teraspuisi.com menyajikan puisi untuk ibu dan ayah

puisi ibu dan ayah, puisi untuk ibu dan ayah, puisi tentang ibu dan ayah, puisi ibu dan ayah menyentuh hati, puisi ibu dan ayah karya chairil anwar
gambar dari google

Perlu diketahui oleh pembaca sekalian mengenai puisi tentang ibu dan ayah ini adalah puisi yang dalam satu puisi membahas mengenai ibu dan ayah sekaligus. Bukan di pisah-pisah. Soalnya kebanyakan  aku melihat judulnya puisi ayah dan ibu nyatanya dalam isinya puisi dipisah-pisah. Puisi ibu dalam satu puisi, puisi ayah dalam satu puisi

Bingung ya penjelasannya. Sori bin maaf. Aku memang manusia sulit dimengerti. Nah biar ga bingung kita siimak saja secara berjamaah puisi ayah dan ibu di bawah ini

Puisi ibu dan Ayah yang pertama

Karya : Rafendra Aditya (DARI HIPWEE)

Judul : Untuk Ibu dan Ayah yang Dulu Memilih Tak Lagi Bersama, Kini Anakmu Telah Memahaminya

Ayah, ibu, dulu memang Ananda masih terlalu lugu.

Hingga kalian lelah berpura-pura dan kita mulai jarang bermain bertiga.

Ibu, Ananda tak tahu jika dulu sembari mendekapku kau terisak dalam pilu.

“Ayah ke mana, Bu?”

Menginjak memakai seragam putih-biru, Ananda mulai tahu keluarga kecil kita berada di ambang pintu.

Belum selesai kucerna semuanya, peliknya keadaan menggantungkan keputusan keluarga kita pada meja hijau

Jika boleh memilih, Ananda ingin kita masih memadu kasih. Tetapi mungkin ini ketetapan terbaik dari yang Maha Pengasih.

Ibu, ayah, kini Ananda memahaminya, semoga menjadi bekal ketika nanti dewasa.

Meskipun akhirnya terpisah, kasih diantara kita tak akan pernah punah.

Puisi ibu dan ayah di atas aku ambil dari blog hipwee dari pengarang yang bernama Rafendra Aditya, puisi diatas secara garis besar menceritakan tentang seorang anak yang kedua orang tuanya berpisah. Dari kecil sang anak belum paham yang menimpa kedua orang tuanya, tapi semakin dewasa dia mulai sadar tentang apa yang terjadi. Dan  akhirnya sang anak malah dapat mengambil hikmah dan merasa kalau kasih mereka tidak berhenti walau sudah berpisah

Secara bahasa dan penulisan sangat bagus, diceritakan dengan elok dan bahasa yang sederhana  tanpa mengurangi keindahan kata. Secara sadar dan tidak sedang mabok aku nilai puisi di atas 8,5. Terimakasih atas puisinya bro Rafendra Aditya.

Puisi Untuk Ibu dan Ayah yang ke dua

Karya : Anu

Judul : Anu

Ibu dan Ayah Tersayang

Oh, Ayah Ibu..

Engkau menjagaku dan membimbing

Tanpa keluh kesah

dan lelah

sepanjang waktu

 

IBu Ayah ..

Engkau tersenyum sambil terus berdoa

agar cita-cita dan kebahagiaan tercapai

 

Ibu ayah

aku akan berusaha sekuat tenaga

dengan ridhomu dan tuhan

akan aku persembahkan

kesuksesan seperti yang engkau doakan

 

terimakasih ibu.. ayah …

Puisi untuk ibu dan ayah yang kedua ini aku ga akan berkomentar, biar pembaca saja yang berkomentar, karena pengarangnya adalah anu. Untuk penilaian aku juga ga akan memberikannya. Silahkan pembaca saja yang memberi nilai. Dan alasannya juga karena pengarang dan judulnya anu. untuk anu, terimakasih atas puisinya

Puisi untuk ibu dan ayah yang ke tiga

Judul : Untuk Ayah Dan Ibu

Pengarang : masih dicari

Kasih sayang kalian curahkan

untuk kami semua

ibu, kau ajari kamu kelembutan

untuk selalu tersenyum kepaada semua

ayah kau ajari kami kekuatan

tuk hadapi hidup yang kadang tak ramah

 

Ayah ibuu

kalian guru pertamaku

mengajari bahasa dan tata krama

mengajari berdiri dan berlari

menuntun kami bagaimana memandang dunia

 

Kuucapkan terimakasih ibu, ayah

walau itu kata takan cukup

kuhaturkan syukur kepada  tuhan

Memberi aku ayah dan ibu yang hebat

Puisi tentang ibu dan ayah yang ketiga ini menceritakan tentang jasa kedua orang tua diantaranya adalah sebagai guru pertama yang mengajarkan anak-anaknya bagaimana hidup, bagaimana bertata krama. Secara singkat begitu. Dan diakhir bait si pengarang mengucapkan terimakasih kepada orang tua dan mengucap syukur kepada tuhan. Nah untuk puisi tentang ibu dan ayah ini aku memberi nilai 7,5.

Nah itu tadi ada 3 puisi ibu dan ayah yang telah kami postingkan untuk pembaca sekalian. Semoga dapat menikmatinya. Dan untuk para adik adik yang sedang mendapat tugas dari guru silahkan di copy.  Bila masih kurang di blog ini masih tersedia puisi ibu yang lain

Adapun mengenai puisi cinta, puisi sahabat, puisi guru, puisi alam kami juga menyediakan puisi tersebut. Silahkan masuk pada bagian kategori. Dan dapatkan puisi-puisi yang bagus bin keren bin indah bin uhuyyy

Akhir kata kami ucapkan mohon maaf dan terimakasih telah sudi mampir. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa pula ngopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *