Puisi sedih Untuk Ibu

Posted on

Puisi sedih untuk Ibu

Puisi sedih Untuk Ibu – Sebelum postingan ini ada postingan mengenai Puuisi romantis yang berjudul Puisi Cinta Romantis Untuk Pacar, kalau  Hari ini judulnya adalah Puuisi Ibu Sedih , meski pada saat yang lalu pernah aku share puisi tentang Ibu yang yang lain. Tapi tidak ada salahnya kalau aku kembali bagikan lagi puiisi ibu.  Karena ibu memang tiada duanya tiada tiga tiada empatnya, intinya Ibu memang sosok yang tak tergantikan. Tidak bisa dibandingkan dengan sahabat atau kekasih sekalipun.

puisi sedih untuk ibu, puisi ibu sedih, puisi sedih untuk ibu, puisi untuk ibu, puisi ibu, puisi sedih untuk ibu, kumpulan puisi ibu, contoh puisi ibu sedih, puisi ibu sedih pendek
gambar dari google

Puisi meski mulai ditinggalkan, tapi tetap memiliki tempat dihati para penikmatnya. Mungkin diantaranya adalah ibu kalian. Jadi jangan malu untuk memberikan sebait puisi untuk ibu (yang murah, ga perlu ke Supermarket). Jika malas membuatnya bisa mencari di blog ini. Blog puizi yang memberikan puissi berkualitas, terkini, terjamin, dan halal. hahaha

Tidak usah panjang lebar, karena panjang x lebar = Luas. Langsung saja silahkan dinikmati puisinya,

 

Puisi Untuk Ibu sedih yang pertama

 

Judul : Ingin Bersamamu Selamanya

Pengarang : Masih dicari

 

 

aKu inginkan

Menghirupkan udara yang engkau hirupkan.

Melangkahmu,

Di tempat dirimu melangkah…

Berteduhmu

Pada tempat dirimu berteduh.

Dan terlelaplah diatas pangkuan dirimu.

Ibu…

aKu hanyalah ingin slalu bersama dirimu.

disepanjang waktu daku

engKau mengajarkanku bermimpi…

dan berbuat…

engKau mengajarkan daku menjadi yang

terbaik

 

pada puisi ibu pendek yang kedua si penulis menginginkan tetap seatap dengan sang Ibu. Mungkin si penulis masih SMA, belum menikah. Makanya masih mengharap hidup serumah dengan ibunya. Coba kalo sudah menikah. Ga bisa dibayangkan dehhh,, ( ko malah kritik kaya gini). Tapi bila sipenulis sudah menikah dan masih menginginkan hidup seatap dengan ibu, itu sungguh luar biasa. Bisa dibayangkan kalau penulis sangat mencintai Ibunya. Aku acungi jempol deh. Untuk masalah nilai aku bingung. Gini aja. Kalau masih joblo aku kasih nilai 7,5, kalau susah menikah aku kasih 8,5. gitu aja.

 

Puisi sedih untuk Ibu yang kedua

 

Judul :Selembar Puisi Untukmu Ibu

Pengarang : Tidak terdeteksi

 

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja

Tak ada lelah menggores diwajah ayumu

Tak ada sesal kala semua harus kau lalui

Langkah itu terus berjalan untuk kami

Dua bidadari kecilmu…

 

Desah mimpimu berlari

mengejar bintang

Berharap kami menjadi mutiara terindahmu

Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi

Ini peran terbaikmu

 

Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami

Mengurai senyum disetiap perjalanan kami

Mendera doa disetiap detik nafas kami

Ibu… kau berlian dihati kami

 

Relung hatimu begitu indah

Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya

Derai air matamu menguntai sebuah harap

Di setiap sholat malammu

 

Ibu…

Kami hanya ingin menjadi sebuah impian untukmu

Membopong semua mimpimu dalam pundak kami

 

Ibu…

Jangan benci kami

jika kami membuatmu menangis,

 

Secara singkat sang penulis menulis pengorbanan sang ibu yang tak pernah lelah dan menyesal membesarkan dua anaknya. Sang anak pun ingin membalasnya dengan mengabulkan cita cita orang tuanya. itulah sebagian isi cerita dari puisi tersebut. Menggunakan bahasa yang puitis namun tanpa personifikasi menjadikan piosi ini indah namun   tetap bisa dipahami. Sangat cocok dibacakan ketika ulang tahun IBU. itu tadi penilaian mengenai puizi sedih untuk ibu yag kedua ini. Dengan mempertimbangkan kedua anak yang dibesarkan, saya memberi nilai Puizi ini 8. tepuk tangan. Prok prok prok

 

 

Puisi Pendek Untuk Ibu Sedih yang ke tiga

Judul : Ibu

Pengarang : Agung Wig

 

 

Bait-bait dunia terangkai membingkai

Wacana pun berurai

Hiasi jendela

Menyemai

 

Bergulir waktu meremas raga

Usia pun menua

Kau renta

Ibu

 

Keriput menyirat rona senja

Tertatih menapak dunia

Kau lelah

Ibu

 

Berkubang keringat memuntah merah

Kauperas sekuat daya

Bagi kami

Anakmu

 

Terseok menahan beban punggungmu

Kaujunjung luahan darma

Bagi kami

Putramu

 

Gulita lara menindih ringkih

Pejam netra mengatup

Tergolek lemah

Ibu

 

Maafkanku tiada mampu membalasnya

Hanya hamparan doa

Mengiring bahagia

Bagimu

 

Pada puisi ibu sedih ketiga ini banyak menggunakan bahasa personifikasi dan bahasa yang dalam. Tapi intinya si Agung belum bisa membalas sang ibu, hanya doa yang dipanjatkan tiap malam. Rasanya puiisi ketiga tidak bisa dibandingkan dengan kedua puuisi lainya. Karena puuisi ibu yang pertama dan kedua tidak menggunakan bahasa personifikasi dan ketiga menggunakan bahasa personifikasi. Nah karenanya Puizi ibu yang ketiga tidak di nilai. Hehe. Terserah aku pokoknya.

 

Diantara Kumpulan puisi ibu sedih, Mana yang paling sedih menurut kalian? Atau ketiganya menyedihkan? Atau malah lucu. Mana yang paling sedih itu hak kalian. Tidak ada yang salah pada jawaban kalian. Puisi sedih untuk ibu itu aku cari dari beberapa sumber. Soalnya si aku belum aktif lagi menulis kembali.

Selain puisi ibu sedih, ada banyak puuisi lain yang bagus untuk dibaca dan di share di blog ini. Makanya jangan keburu pergi. Ada poisi cinta, puiisi romantis, puisi sahabat, puissi pendek, dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *