Puisi Tentang Kerusakan Alam Lingkungan Bikin Merenung

Posted on

Puisi tentang kerusakan alam

Puisi Tentang Kerusakan Alam Lingkungan – Halo, Selamat anu, gimana kabarnya pembaca yang budiman?. Jangan lupa ngopi hari ini?. Blog Puisi ini hadir lagi untuk sekedar menyapa pembaca sekalian

Setelah di hari yang lalu memposting puisi cinta bahasa inggris, sekarang kami bermaksud menyajikan puisi alam. Adapun yang menjadi tema lebih spesifik adalah puisi tentang kerusakan alam. Yang kebanyakan kerusakan alam disebabkan karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab

puisi kerusakan alam, puisi tentang kerusakan alam, puisi kerusakan alam lingkunagn, puisi kerusakan alam oleh manusia
gambar dari google

Sesuai dengan Alqur’an bahwa telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh manusia (ndalil sedikit ya). Telah banyak kerusakan alam yang akhirnya malah menyebabkan bencana alam. Semisal hutan gundul menjadi banjir. Tetapi manusia tidak peduli

Langsung saja kita simak dengan seksama Puisi tentang kerusakan alam lingkungan

Puisi kerusakan Alam lingkungan ke 1

Judul : Rusaknya Alamku

Pengarang: Gisella

Sungai yang dulu jernih

Sekarang sudah berubah kotor

Pohon yang dulu menjulang tinggi

Kini telah habis ditebang

Terumbu-terumbu karang yang cantik

Tlah berubah tak seindah dulu.

 

Alamku kini sudah rusak

Ini semua akibat ulah manusia itu sendiri..

Mereka sibuk mencari nafkah

dan melupakan alam tercinta.

Bagaimana nasib para generasi selanjutnya?

Kita tlah egois..

 

Tuhan

Maafkanlah kami

Yang telah merusak kedamaian alam yang telah kau dititipkan kepada kami.

Puisi karya gisella ini menceritakan tentang sungai, pohon, dan terumbu karang yang rusak. Yang tadinya sungainya jernih rusak karena limbah. Pohon ditebang tanpa adanya penanaman kembali. Sehigga menimbulkan bencana. Gisella juga menceritakan dalam puisinya kalau kerusakan alam ini disebabkan manusia dalam mencari nafkah dan bertindak secara egois. Bahasa puisi ditulis dengan sederhana sehingga jelas sekali makna puisi ini. Untuk puisi ini saya memberi nilai 7,5

Puisi Kerusakan Alam ke dua

Judul : Jeritan Bumi Ku

Pengarang : Tidak terdeteksi

Dalam diam aku mulai pahami

Alam nusantara meronta, menahan keserakahan birahimu

Tiada ketenangan, tiada tentram

Kekalutan yang meraja terus meraja

Mencekam hati budak-budak Ilahi

 

Bumiku rusak tiada dipinta

Murka menelan beribu nyawa

Tanggung jawab serasa hilang, kalah oleh egomu

Ia bak berbilang namun tak berkata

Akankah kembali alam surga dunia ini?

 

Isak tangis rentaan penghuni alam memekik

Membahana

Menderu angin bersambut hadirnya derita

Rusaklah bumiku

Bumi tempat berpijak, tempat bergantung

 

Adakah kau mendengar

Jeritan nyawa melayang terkikis harapan

Air, angin, tanah menangis

Tak kuasa melawan kepedihan yang kau tarikan diatas kepuasanmu

Kau tuli, buta, bisu

Tak sadar, Engkaulah sang perusak itu

Puisi ini ditulis dengan bahasa yang indah, penuh personifikasi dan perlu dibaca berulang agar mengetahui maksud dari penulis tersebut. Secara singkat menceritakan kerusakan alam nusantara sehingga membawa banyak korban, tapi tak sadar bahwa yang merusak adalah manusia itu sendiri yang mengaku menjadi korban bencana. Saya memberi nilai 8 untuk puisi ini

Puisi kerusakan alam ke 3

Alam Ku Tak Lagi Ramah

 Cipt. Zul Fahmi

Gersang              

Alamku mulai gersang

Yang dulu katanya hijau dan lestari

Kini sudah berangsur punah dan mati

Alamku tak lagi ramah

Yang dulu katanya indah

Kini sudah mulai dijajah dan dijarah

Tentram

 

Alamku tak lagi tentram

Dirusak oleh tangan-tangan haram

Yang suka merajam alam

Semuanya Hilang,lenyap,bahkan punah

karena tiadanya rasa kasihan

Alam ku dirusak,siapa yang merusak?

Lantas,Mengapa engkau rusak?

 

Merekapun berperang, apa yg menyebabkn kau berperang?

Mereka saling mencaci!  Mereka saling memaki,

Bahkan menebar rasa benci.

Mereka saling membunuh ,menumpahkan darah,dimuka bumi ini.

Aduhai sungguh tercela!

Namun,Alamku tak salah

Bumiku pun tak salah

 

Lantas siapa yang salah?

Yaitu Manusia-manusia yang tak mampu menjaga kemakmuran alam.

Tak mau menebar kebaikan,semua dibabat habis-habisan

Aduhai ,sungguh kejam

Karena alam ini tak mampu melawan,

Tak  mampu memberontak Dan tak mampu berdendam

Alamku hanya berdiam,menunggu murkanya tuhan tuhan

Pada mu wahai tangan-tangan penjajah alam

Perusak bumi nusantara ku

Puisi ketiga ini memang bukan puisi alam pendek, karena nyatanya cukup panjang. Ditulis dengan bahasa yang cukup baik dan tertata rapi. Menceritakan tentang alam yang tidanya hijau asri menjadi rusak. Karena ulah manusia yang tak mampu menjaga kemakmran alam. Sedang alam sendiri tak mampu memberontak hanya diam. Menunggu murka tuhan. Secara garis besar puisi ini bagus dan saya memberi nilai 8

Puisi Kerusakan Alam

Judul : …….

Karya : ………

 

Botol pecah dan serpihan kaca yang hangus

Membubuhi koran yang dilempar ke rumput

Menuangkan beton dan menabang  pohon

Inilah lingkungan yang menyertaiku?

 

Racun dan insektisida ditungkan  pada makanan kita

Samudera mengisi dengan minyak mentah

Semua kehidupan laut ditakdirkan untuk menjadi malapetaka yang mengerikan

Inilah hal-hal yang harus kita konsumsi?

 

Pabrik memompa besi yang mengeluarkan asap kuning

Maskapai yang mengeluarkan gas kaustik dari bahan bakar

Senjata kehancuran diuji di tempat yang sepi

Dan inilah udara yang menopang kehidupan?

 

Harus ada sesuatu yang bisa dilakukan seseorang

Seperti meningkatkan kesadaran kepada orang-orang di sekitar Anda

Itu kalau kita tidak mengindahkan masalah yang ada

Ini adalah hidupmu yang dipertaruhkan, penghancuran manusia.

Pada puisi keempat ini diceritakan bahwa di darat, di laut, bahkan makanan kita tampaknya sudah mulai rusak. Bahkan sampai senjata nuklir pun dibuat yang jelas jelas membuat alam rusak. Begitu kira kira yang ingin disampaikan dalam pusi di atas. Mengerikan memang. Seolah manusia dihancurkan secara perlahan. Saya secara sadar memberikan nilai 8 pada puisi ini. Oh ya, bahasa puisi tersebut pun cukup bagus

Demikian 4 puisi tentang kerusakan alam oleh ulah manusia. Semoga kita bukan diantara golongan orang yang merusakan alam lingkungan, sebaliknya termasuk manusia yang memakmurkan bumi

Untuk puisi lain semisal puisi cinta, puisi sahabat, puisi ibu juga tersedia. Tinggal klik saja. Maka pembaca yang budiman akan memperoleh puisi lain yang diinginkan.

Selamat membaca dan menikmati puisi dan jangan lupa ngopi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *